Rabu, 26 Juli 2017

Peran Kepramukaan dalam Pendidikan Karakter Bangsa


          ( Peserta Jambore Daerah Kontingen Dramaga Tahun 2017, Buper Cimandala )
Pramuka merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka yang terdiri dari anggota muda (siaga, penggalang, penegak), anggota dewasa muda (pandega), anggota dewasa (Pembina pramuka, pelatih, Pembina profesional, pamong SAKA, instruktur SAKA, pimpinan SAKA, andalan dan anggota MABI. Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga, dalam bentuk kegiatan menarrik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis, yang dilakukan di alam terbuka dengan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan. Sedangkan Gerakan Pramuka adalah Gerakan (Lembaga) Pendidikan yang komplementer dan suplementer (melengkapi dan memenuhi pendidikan yang diperoleh anak/remaja/pemuda di rumah dan di sekolah), pada segmen yang belum ditangani oleh lembaga pendidikan lain yang pelaksanaannya mengunakan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan; di Alam Terbuka (outdoor activities), dan yang sekaligus dapat menjadi upaya “self education” bagi dan oleh anak/remaja/pemuda/pramuka sendiri.
Gerakan Pramuka sebagai penyelenggara pendidikan kepanduan Indonesia yang merupakan bagian pendidikan nasional, bertujuan untuk membina kaum muda dalam mencapai sepenuhnya potensi-potensi spiritual, sosial, intelektual dan fisiknya, agar mereka bisa:
1. Membentuk, kepribadian dan akhlak mulia kaum muda.
2. Menanamkan semangat kebangsaan, cinta tanah air dan bela negara bagi kaum muda.
3. Meningkatkan keterampilan kaum muda sehingga siap menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, patriot dan pejuang yang tangguh, serta menjadi calon pemimpin bangsa yang handal pada masa depan.[7]
Gerakan Pramuka berlandaskan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut:
A. Iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
B. Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam
C. Peduli terhadap dirinya pribadi
D. Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka
Di dalam pramuka bukanlah materi atau isi pelajaran yang lebih dipentingkan melainkan melahirkan dan menumbuhkan sikap-sikap serta perbuatan-perbuatan yang baik yang akan membentuk intelegensia, kekuatan jasmani dan karakter dari diri tersebut. Hal tersebut terlihat pada cara kerja regu dan kelompok penggalang,dimana mereka diajak untuk bekerja sama dalam satu tim dalam mencapai satu tujuan yang sama, sehingga dalam kelompok tersebut dapat terlihat latihan dalam berdemokrasi, bahkan itu adalah demokrasi pancasila dalam praktiknya.
Jika kita mengacu pada arti kiasan lambang gerakan pramuka yakni nyiur, ia dapat tumbuh dimana saja yang membuktikan besarnya daya upaya dalam menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekeliling dimanapun ia berada dan dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Pramuka adalah wadah pelatihan dan pendidikan yang menghasilkan atau mencetak generasi yang mampu hidup berdampingan dengan sekelilingnya dan dalam keadaan apapun yang tidak hanya bisa bergantung kepada orang lain.
Ada 23 karakter peserta didik yang tercantum dalam Dasa Darma Pramuka, yaitu :
1.      Religius,
2.      Cinta alam,
3.      Kasih sayang sesama manusia,
4.      Patriot yang sopar,
5.      Ksatria,
6.      Patuh,
7.      Suka bermusyawarah,
8.      Rela menolong,
9.      Tabah,
10.  Rajin,
11.  Terampil,
12.  Gembira,
13.  Hemat,
14.  Cermat,
15.  Bersahaja,
16.  Disiplin,
17.  Berani,
18.  Setia,
19.  Bertanggung jawab,
20.  Dapat dipercaya,
21.  Suci dalam pikiran,
22.  Suci dalam perkataan,
23.  Suci dalam perbuatan.[8]
Dari paparan di atas, secara tersirat maupun tersurat pendidikan karakter sudah ada dalam pramuka. Pramuka telah mengajarkan pendidikan karakter sejak berdirinya kepanduan ini, jauh sebelum isu pendidikan karakter marak di Indonesia. Dengan adanya pramuka di satuan pendidikan dan keberadaanya tidak hanya sebatas papan nomor gudep, tetapi di dalamnya terdapat kegiatan rutin yang berkesinambungan, maka disadari/tidak dan secara langsung/tidak langsung penanaman pendidikan karakter dengan indikator 23 karakter di atas sudah berjalan seiring dengan berjalannya proses kepramukaan tersebut.
Dari sini Pramuka berperan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cara melaksanakan semua prinsip dasar yang sudah tertuang pada AD/ART. Sehingga, dengan begitu problema di masyarakat yang sebagian besar dialami, dan disebabkan oleh kaum muda dapat diminimalisir ataupun dimusnahkan agar tercipta masyarakat yang makmur dan terorganisir dengan baik. Serta terjaganya generasi muda dari ancaman-ancaman era globalisasi yang semakin besar memiliki ancaman untuk menjerumuskan generasi muda.

#Sumber http://ifatunnadhif.blogspot.co.id/2014/03/peran-kepramukaan-dalam-pendidikan.html

Kalender Pendidikan Tahun 2017/2018

Download

Sabtu, 29 April 2017

Bimtek Replikasi dan Diseminasi Program Bermutu

Undang-undang nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menegaskan bahwa guru dan dosen wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, dan memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Untuk mencapai hal tersebut, upaya Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB)Continuing Professional Development(CPD)para PTK menjadi salah satu kegiatan utama yang dapat dilaksanakan.Kegiatan CPD PTK salah satunya melalui kegiatan pengembangan diri dengan mengikuti pelatihan atau bimbingan teknis (bimtek) dan kegiatan kolektif PTK.Pembinaan PTK diharapkan berkelanjutan dengan mengacu pada Permeneg PAN dan RB nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Untuk melaksanakan PKB salah satunya dapat dilaksanakan oleh guru di kelompok kerja (KKG/MGMP). Program ini telah diinisiasi oleh Program BERMUTU selama lima tahun (tahun 2009 s.d 2013). Program ini setelah tidak didanai oleh Pemerintah Belanda melalui Bank Dunia, dilanjutkan oleh Pemerintah Daerah melalui program Replikasi dan Diseminasi Program BERMUTU dengan rancangan substansial disesuaikan dengan kebijakan yang diberlakukan saat ini, yaitu Program Pembinaan Karir Guru melalui Peningkatan Kompetensi. Program Bimtek Reflikasi dan Diseminasi Program BERMUTU telah dilaksanakan digugus 04 ( Neglasari ) Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor dengan baik dan lancar. banyak pengalaman dan wawasan yang didapat setelah kegiatan tersebut dengan harapan meningkatkan kualitas Kegiatan Belajar Mengajar di sekolah masing - masing. Bimtek ini juga di ikuti oleh beberapa sekolah negeri yang ada diwilayah Gugus 4 ( Neglasari ). diantaranya 1. SDN Neglasari 01 2. SDN Neglasari 02 3. SDN Neglasari 03 4. SDN Neglasari 04 5. SDN Neglasari 05 6. SDN Manggis 7. SDN Sinarsari 8. SDN Sinarsari 9. SDN Situleutik Kegiatan Bimtek ini pun besar harapan dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan guna peningkatan pendidik seiring dengan globalisasi dan majunya teknologi.

Senin, 24 April 2017

Peningkatan Kompetensi Guru Melalui KKG

Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, khususnya pada jenjang pendidikan dasar yang memberikan bekal kemampuan peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan dasar. Oleh karena itu, kemampuan atau kompetensi guru perlu untuk selalu dibina dan ditingkatkan, supaya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dapat menciptakan kinerja yang baik. Sebagai upaya dalam membina atau meningkatkan kemampuan guru di sekolah dasar salah satunya adalah melalui KKG. “KKG merupakan wadah atau forum kegiatan profesional bagi para guru Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah di tingkat gugus atau kecamatan yang terdiri dari sejumlah guru dari sejumlah sekolah.” (Depdiknas, 2009:6). KKG adalah wadah pertemuan bagi para guru sekolah dasar yang tergabung dalam organisasi gugus sekolah. Pembentukkan KKG dalam gugus sekolah dasar tersebut telah dibakukan melalui Surat Keputusan Dirjen Dikdasmen No. 079/C/Kep/I/93 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Profesional Guru Melalui Pembentukan Gugus Sekolah di Sekolah Dasar. Berdasarkan surat keputusan tersebut menjelaskan bahwa : “Kelompok Kerja Guru (KKG) adalah suatu wadah pembinaan profesional bagi para guru yang tergabung dalam organisasi gugus sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan.” Gugus sekolah terdiri dari 3-8 sekolah dasar yang berada di tingkat kecamatan, di dalamnya terdapat perangkat gugus yang memiliki tujuan dan semangat untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. KKG merupakan wadah pembinaan profesional guru yang memberikan bantuan serta layanan terhadap kemampuan profesional guru. Segala bentuk usaha yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif di kelas dapat dibahas bersama-sama di KKG, dan juga permasalahan yang muncul dalam proses belajar mengajar dapat dicarikan solusinya melalui program bedah masalah di KKG. “KKG adalah wadah kerjasama guru-guru dan sebagai tempat mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan kemampuan profesional, yaitu dalam hal merencanakan, melaksanakan, dan menilai kemajuan murid.” Depdikbud (1994:44). Begitu pun informasi yang up to date dan aktual tentang pendidikan dapat disebarluaskan melalui wadah ini. Untuk itu, para guru dapat bekerja sama saling mengisi satu sama lain dan bertukar pikiran dalam memecahkan masalah dengan semangat kebersamaan dan rasa kekeluargaan. Senada dengan pendapat Djam’an Satori (Rusdiana, 2011:4) bahwa : KKG adalah wadah kerjasama yang mempertemukan kebutuhan profesional guru-guru. Melalui wadah ini guru-guru memiliki kesempatan untuk berfikir dan bekerja sebagai satu kelompok dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang mereka hadapi sehari-hari di bidang supervisi dalam upaya memperbaiki pengajaran. Depdiknas (2005:91) menjelaskan bahwa : “KKG adalah wadah kerjasama guru-guru untuk bersama-sama belajar melalui kegiatan-kegiatan yang digagas, dilaksanakan dan dievaluasi bersama.” Kegiatan-kegiatan untuk dibahas dan dipecahkan pada forum KKG diantaranya : penyusunan program pembelajaran dan persiapan harian, perencanaan KBM yang menantang, pembuatan dan penggunaan alat bantu pelajaran, pemanfaatan sumber-sumber belajar, penilaian hasil kemajuan anak, pengelolaan kelas, penataan pajangan kelas, penggunaan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dan kegiatan lain yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran. Dengan berbagai kegiatan tersebut, diharapkan kemampuan profesional guru-guru dapat ditingkatkan. Dengan kata lain, kemampuan profesional guru-guru bisa ditingkatkan melalui berbagai kegiatan yang dilakukan di KKG. Pembinaan melalui KKG sering disebut sebagai pembinaan teman sejawat atau pembinaan secara berkelompok, karena kegiatan pembinaan yang dilakukan merupakan kegiatan saling memberikan bantuan antar guru-guru yang kompak dan akrab dalam setiap pertemuannya. Sebagaimana yang dikemukakan oleh A.F Tangyong dkk. (Hendriana, 2003:29), bahwa : “Kelompok Kerja Guru adalah wadah pertemuan profesional guru yang aktif, kompak, akrab, karena masalah yang dibahas adalah dari guru, oleh guru, dan untuk guru.” Sedangkan menurut Hasibuan Botung (2008), Pengertian dan Sejarah Berdirinya KKG [online]. Tersedia : http://www.ucokhsb.blogspot.com. [28Oktober 2011], mengatakan bahwa : Kelompok kerja guru (KKG) merupakan suatu wadah dalam pembinaan kemampuan profesional guru, pelatihan dan tukar menukar informasi, dalam suatu mata pelajaran tertentu sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dari pemaparan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa KKG adalah wadah pembinaan profesional guru yang tergabung dalam gugus sekolah dasar untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui kegiatan-kegiatan yang digagas, dilaksanakan dan dievaluasi secara bersama-sama

Rabu, 19 April 2017

Selasa, 18 April 2017

Kegiatan Ekstrakurikuler di SDN Neglasari 03


                                                     







Jadwal latihan :
1. Ekstrakurikuler Pramuka        : Kamis ( 13.00 s.d 15.00 )
2. Ekstrakurikuler Karate            : Selasa ( 15.00 s.d 17.00 )
3. Ekstrakurikuler Catur              : Jum'at ( 13.00 s.d 15.00 )

Minggu, 16 April 2017

Profil Sekolah SDN NEGLASARI 03

Pada Tahun 1997 desa Neglasari termasuk kecamatan ciomas kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat. Keadaan desa pada waktu itu sangat luas, penduduknya sangat padat sedangkan sekolah baru ada 2 yaitu SDN Neglasari 01 dan SDN Neglasari 02, sehingga masyarakat di desa Neglasari membutuhkan sekolah lebih banyak sesuai kebutuhan masyarakat atas pendidikan, dengan dukungan dari semua pihak. Alhamdulillah pada tahun 1977 terjadilah pembelian tanah seluas 1.500 M2. Dengan Nomor Persil No. 143/D II No.C483/1109 terletak di Kampung Cimbeureum, Desa Neglasari, Kecamatan Cimaso Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Tanah tersebut dibeli dari bapak Init (Alm), dengan harga 1.000.000 (satu Juta Rupiah).
Letak Geografis Tanah Tersebut adalah sebagai berikut :  Sebelah Utara kepunyaan Ilin, sebelah selatan kepunyaan Umar, sebelah barat jalan desa, sebelah timur selokan. Yang terletak di Rt 04 Rw 01. Menurut cerita pada awal mula tanah kosong yang ditumbuhi tanaman tingi-tinggi keadaan lingkungan agak angker tapi bukan bekas kuburan melainkan kebun biasa.
          Selanjutnya  pada tahun itu juga yaitu tahun 1977 turunlah instruksi presiden No. 03 Tahun 1977 dan No. 06 tahun 1978 untuk pembangunan dan didirikan bangunan SDN Neglasari 03. Terdiri dari 2 unit enam ruang belajar satu kantor dan tiga ruang rumah dinas guru, dan ditetapkan menurut keputusan bahwa terhitung 01 Agustus 1980 sebagai pendirian atau didirikan  bangunan sekolah dengan nama SDN Neglasari 03.
          Kemudian pada tahun 1984 desa Neglasari dimekarkan menjadi 2 yaitu desa sinarsari dan desa Neglasari, SDN Neglasari 03 berada di wilayah desa Sinarsari Rt 04 Rw 01kecamatan Dramaga.  kecamatan pun dimekarkan menjdi 3 yaitu 1 kecamatan Ciomas, 2 Kecamatan Dramaga, 3 Kecamatan Taman Sari. Desa Sinarsari termasuk kedalam wilayah kecamatan Dramaga sampai sekarang. Mengenai surat tanah sekarang sudah disertifikatkan dengan surat keputusan Kepala kantor Pertanahan Bogor. Tanggal 01-06-2006 No. 60-530.3-32-9-2006. Surat ukur tanggal 26-05-2006
No. 02/sinarsari/2006Luas  1.029 m(seribu Dua Puluh Sembilan Meter Persegi) .N.1B.10.10.07.32.00357 Haka Pakai No. 01 Desa/Kelurahan.: Sinarsari Nomor Sertifikat : A X 643209 10.10.07.32.6.00001. Penerbitan sertifikat Bogor 1 Nopember 2006.
 Kepala sekolah yang mejabat dari awal berdirinya SDN Neglasari 03 adalah Ibu Mariam pada tahun 1977 sampai dengan 1992.  Dengan staf pengajar adalah Bpk. Bambang S,S.Pdi, Ibu Sri Haryati, ibu Eti Rohaeti, Ibu Sri Nurtiningsih, Bpk Satimin, Ibu N. Marliah, Ibu Nur.
 Setelah Ibu Mariam pensiun kemudian diganti oleh bapak sukardi (alm) pada tahun 1992  sampai dengan 2002 dengan staf pengajar adalaha Bpk Bambang  , Bpk Satimin, Ibu Tini Sartika, ibu Eti Rohaeti, Ibu Siti Juharah, Ibu Nurhasanah, Ibu Nining, Bpk Marjuk,S.Pdi, Ibu N. Marliah, Ibu Idayanti,S.Pd SD, Ibu Ani, Ibu Sri Nurtiningsih, Bpk Subagio, Bpk Sukardi, Bpk Safei (alm).
Selanjutnya bapak sukardi pensiun, Kepala Sekolah di jabat oleh Bapak Irwin julianto pada tahun 2002 sampai dengan 2004, pada tahun 2004 Kepalasekolah dijabat oleh Ibu Ida sugiarti sampai tahun 2008 dengan staf pengajar Bpk Bambang S,S.Pdi, Ibu Idayanti,S.Pd SD, Bpk Marjuk,S.Pdi, Ibu N.Marliah, Ibu Rita Wiajayanti, Ibu Liah, Bpk Nanan, Bpk Rais, Bpk Usen Suparta, Bpk Iwan, Bpk Abdul Rojak, Bpk jajang, Mamah Kokom.Komite Sekolah Bapak Umar Asbi  
Kemudian Ibu Ida Sugiarti dialih tugaskan sebagai Kepala Sekolah SDN Neglasari 02 pada bulan juni 2008 dan digantikan oleh ibu Henlis,S.Pd sebagai Kepala sekolah SDN Neglasari 03 Mulai bulan juni 2008 dengan staf pengajar Bpk Bambang S,S.Pdi, Ibu Idayanti,S.Pd SD, Bpk Marjuk,S.Pdi, Ibu N.Marliah, Ibu Rita Wiajayanti, Ibu Liah, N.Fanny Listiany Gunawan,S.Pd, Bpk Jajang Nurzaman, Irfan Mustopa, Achmad Ridwan Sukmawijaya, Nurdiyansyah Fajar, Roswita Dwi putry.
Keadaan bangunan gedung yang ada sampai sekarang 1 unit bangunan gedung sekolah terdiri dari 3 ruang belajar dan 1 ruang kantor yang sudah direnovasi dari dana tambahan Roolchering pada tahun 2008/2009, 1 unti lagi terdiri dari 3 ruang belajar sampai sekarang rusak berat belum direnovasi, jadi selama 31 tahun masih bangunan lama, satu ruang gedung perpustakaan yang baru dibangun pada tahun 2010.   1 Wc guru dan 1 Wc Murid sudah rusak. Bangunan perumahan Dinas guru terdiri dari 3 ruang sudah hancur pada tahun yang sudah lama, tidak ada puing-puing hanya ada pondasi kemudian pada tahun 2010 diatas bekas bangunan itu didirikan bangunan perpustakaan pada tahun 2010.
Keadaan masyarakat baik dalam bidang ekonomi, Bidang pendidikan, bidang kesehatan dan keagamaan sangat dinamis dilihat dengan perbandingan zaman dahulu, dari tahun ke tahun sangatlah maju sampai sekarang.
Demikian sejarah singkat tentang asal mula tanah dan berdirinya SDN Neglasari 03 serta lingkungannya.


Dalam penyusunan sejarah singkat ini tentu banyak kekurangan, kekhilafan.  kami mohon maaf yang sebasr-besarnya dan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran penyusunan sejarah singkat SDN Neglasari 03 ini.